Senin, 26 Maret 2012

Mari Kita Tidur

Saya tidak percaya apabila mimpi itu adalah kembang tidur. Mimpi adalah kembang biakan. Temannya masih tidur, kita ikut-ikutan tidur. Temennya masih bermimpi, kita pun tak ketinggalan bermimpi. Kita belum bangun, kita jadi malas bangun.
Jangan salahkan teman kita apabila ia menjadi pemalas. Malas bangun dan belajar untuk bangun. Teman kita adalah konstruk dari perbuatan kita. Dan mungkin bahwa apa yang saya tuliskan inipun bukan malah membangun kesadaran mereka untuk bangun, akan tetapi malah membuat lancarnya acara pengembangan dalam pembangunan untuk tidak bangun.
 Apa yang menurut santri relevan, tidak mesti menurut mahasiswa juga relevan. Apa yang menurut mahasiswa tidak relevan, belum tentu menurut Allah relevan. Tak kandani kang : Allah itu tidak memandang kesantrianmu, kemahasiswaanmu, kepintaran bicaramu, menangnya debatmu, hebatnya berorganisasimu, pekerjaanmu atau apapun itu. Allah hanya memandang apakah kamu benar-benar setia dan ikhlas dalam menjalani perintah-perintahNya ataukah selalu setia serta sukarela dalam melakukan perkara yang tidak disukai-Nya.
Mungkin karena kita cenderung begitu malas mengembangkan pengetahuan tentang kehendakNya, tentang apa yang disukai-Nya, bahkan kita semakin tidak peka terhadap tanda-tanda kehadiran-Nya didalam kehidupan.
Balesan: setiap kesuksesan berawal dari usaha. Setiap usaha berawal dari cita-cita. Setiap cita-cita berawal dari mimpi. Dan setiap mimpi berawal dari tidur... marilah tidur...!!!

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. pemimpin berasal dari kata pemimpi + n (nyata)...

    seorang pemimpin merubah mimpinya jadi nyata

    BalasHapus